14 Mei 2011

Doa CPNS

Satu hari sebelum ujian CPNS dilaksanakan, berjuta-juta doa telah naik ke langit yang paling tinggi dan sampai dihadapan Tuhan Pengatur segala urusan manusia, yakin dengan ketulusan doa yang mungkin bernada seragam, tak lain dan tak bukan adalah doa agar menjadi salah satu yang terpilih dari sesak sempitnya ribuan pendaftar. Semua doa dipanjatkan dengan tulus ikhlas dan penuh harapan, mungkin disela-sela doa ada air mata yang menetes karena haru, sedih atau kalut dengan berbagai tuntutan hidup yang kian hari kian mendesak, mungkin karena orang tua yang terbaring di rumah sakit dan butuh biaya yang sedikit menguras pikiran, mungkin disebabkan istri yang sedang hamil dan butuh biaya bersalin yang cukup mahal, mungkin juga karena kewajiban menyekolahkan anak yang belum sempat terwujud, masih banyak kemungkinan-kemungkinan itu kemudian terbungkus dengan doa dan harapan semoga Tuhan mengabulkannya.
Gambaran peristiwa ini ternyata hanya terjadi pada sebagian orang saja, sebab dilain waktu dan suasana ada sebagian orang yang menganggap hal ini biasa-biasa saja tanpa harus berusaha untuk terjaga disepertiga malam atau disetiap lima waktu yang menjadi kewajiban, semua akan berjalan sesuai naskah tulisan sutradara yang bisa mengatur segala kemungkinan, setidaknya masih ada orang dalam yang bisa melesat ditengah-tengah sempitnya ruang kesempatan…. semua bisa diatur…. Dan Game Over….
Resahlah hati bagi mereka yang tak punya apa-apa dan siapa-siapa untuk diandalkan, keresahan hanya bisa terpendam, mengutukpun takkan mengobati hati yang terlanjur terluka, padahal sebagian mereka adalah orang-orang yang berpotensi, cerdas dari ilmu yang murni karena kesungguhan menuntut ilmu demi cita-cita yang tak setinggi langit tapi akhirnya harus tersisihkan, terucaplah doa “Ya Allah… Engkaulah Yang Maha Mengetahui sesuatu yang tersembunyi”.
Orang dalam bagaikan pahlawan bahkan tak jarang orang menganggapnya sebagai dewa penolong, jika saja ada sekolah khusus orang dalam, mungkin sebagian penduduk bumi akan menyandang gelar S.Do alias Sarjana Orang Dalam.
Cerita ini bukanlah dongeng sebelum tidur, cerita ini adalah fakta yang terjadi tahun demi tahun seperti sebuah pohon yang akarnya semakin panjang, kemudian menciptakan ranting dengan daun yang begitu lebat hingga menghasilkan buah yang belum jelas masak pada waktunya atau malah busuk di pohon sendiri. Tak ada orang yang memungkiri fakta ini, seakan semua akan berseru iya !... tak ada pula orang yang bisa saling menyalahkan, sebab kokohnya negara ini dikuatkan hukum rimba, siapa kuat dialah yang menang dan siapa yang kaya dialah yang berkuasa, kemudian rakyat bersorak setuju.
Sampai kapan semua ini akan terjadi, masih adakah pemimpin yang sejujur Rasulullah, seikhlas Abu Bakar, setegasnya Umar Ibn Khatab, sedermawan Usman Ibn Affan dan setinggi ilmu Ali Ibn Abi Thalib, yang akan mengurus rakyat secara adil, hingga makmur seperti zaman Muhammad Ibn Abdullah. Semoga saja mimpi itu kan terwujud dan akan dirasakan geneasi berikutnya, Amien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar